Search

Proposal Pembebasan Wakaf tanah dan Pembangunan gedung Ma’had An-Nur Yayasan Al-Barokaat

PROPOSAL PEMBEBASAN WAKAF TANAH dan PEMBANGUNAN GEDUNG MA’HAD AN-NUR

YAYASAN AL-BAROKAAT

 

ﻟﺳّﻼﻡ ﻋﻟﻳﻛﻡ ﻭﺭﺣﻣﺔﺍﷲ ﻭﺑﺭﻛﺎﺗﻪ١

 I. Pendahuluan

Limpahan puji ke hadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan keluhuran, Maha melimpahkan cahaya kebahagiaan, Maha melimpahkan cahaya ketenangan, Maha melimpahkan cahaya kesejukan, Maha melimpahkan cahaya kesejahteraan dengan cahaya dzikir, dengan cahaya kemuliaan dan keluhuran yang terbit dengan cahaya Allah subhanahu wata’ala yang dicipta Nya, bukan cahaya matahari yang mana terbit dan terbenam, namun cahaya yang menuntun kepada terang benderangnya kehidupan dunia dan akhirah, siraajan muniira (pelita yg terang benderang), sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Seorang pemimpin yang membawa cahaya keluhuran Ilahi, menuntun kepada kedamaian dan ketenangan dengan menjadikan sanubari kita sebagai tempat rahasia keluhuran Ilahi untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirah, dan ketika cahaya itu berpijar di dalam sanubari kita, maka akan terlihatlah keberkahannya pada penglihatan, pendengaran, ucapan, perbuatan, dan pada semua yang kita lewati siang dan malam.

Baginda Rasul, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi, beliau SAW mewariskan ilmu agama. Orang yang menguasai ilmu agama Islam secara sempurna dan mampu mengamalkannya dengan baik dan benar sehingga manusia lainnya tersinari dengan cahaya keluhuran Islam, adalah para ulama’. Oleh karena itulah ulama’ adalah para pewaris Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah benteng dan pemilik sanad rantaian emas ilmu agama. Namun, sangat disayangkan, pada saat sekarang ini, para ulama’ semakin berkurang, baik kuantitas maupun kualitasnya. Tak luput di negeri kita tercinta Indonesia ini, ternyata jumlah dan kualitas ulama’ juga semakin berkurang. Bahkan, bisa dikatakan bahwa di negeri tercinta Indonesia ini kita mengalami krisis ulama’. Maka kami teringat akan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hambaNya. Akan tetapi Dia (Allah) mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang ulama pun (di wilayah itu), maka orang-orang mengangkat ulama dan sesepuh dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.”  (Shahih Bukhari)

Sekarang mari coba kita renungkan, bahwa krisis ulama’ yang sedang melanda umat Islam di Indonesia saat ini ternyata akan berimplikasi dan berdampak terhadap munculnya begitu banyak persoalan serta problematika kehidupan. Mulai dari krisis Iman dan Aqidah, dekadensi moral, tindak pidana kriminal, krisis sosial, ekonomi, dan politik. Sehingga para cendekiawan menyebut hal ini sebagai “Krisis Multi Dimensi”.

Walaupun demikian, alhamdulillah sudah muncul berbagai upaya, umat untuk bangkit, kembali mencetak ulama’ yang berkualitas dan mengamalkan ilmunya. Hal ini bisa kita lihat dengan munculnya beberapa institusi pendidikan islam yang berkualitas di negeri Tarim, Hadhramaut, Yaman, yang merupakan negeri asal wali songo sang penyebar Islam rahmatan lil ‘alamin di Indonesia. Salah satu institusi pendidikan Islam yang sangat berkualitas di Tarim adalah Darul Musthofa, yang diasuh oleh seorang ulama’ besar dan ahli hadits, Al-Musnid Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Darul Musthofa telah berhasil mencetak ratusan ulama’ yang tersebar di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Para ulama’ alumni Darul Musthofa selalu menunjukkan peran serta dan kiprahnya di dalam memajukan bangsa di tempat mereka masing-masing,dan tidak ada satu pun dari mereka yang ikut serta dalam kegiatan politik apa pun serta tidak ada pula satu pun dari mereka yang tersangkut masalah hukum. Oleh karena itulah, banyak sekali generasi muda Indonesia yang tertarik ingin mengenyam pendidikan di institusi tersebut. Namun, hal tersebut tidaklah mudah, karena untuk bersekolah di sana memerlukan bekal ilmu yang cukup dan mental yang kuat dikarenakan jaraknya yang jauh dari Indonesia.

Oleh karena itu, Yayasan Al-Barokaat ikut serta dalam upaya pengkaderan para ulama’ ini dengan membangun dan mendirikan ma’had di Indonesia yang berjalan di bawah manhaj Institut Darul Musthofa, Tarim, dalam bentuk pesantren salaf yang oleh Al-Habib Umar bin Hafidz diberi nama Ma’had An-Nur. Untuk mewujudkan cita-cita mulia ini, dibutuhkan fasilitas yang memadai, baik berupa lahan (tanah), bangunan, sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk pendidikan Islam ini, sehingga suasananya kondusif, efektif, terukur, dan terarah.

II. Profil Yayasan Al-Barokaat

            Yayasan Al-Barokaat adalah yayasan non-profit yang didirikan pada bulan November tahun 2016 di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya ummat Islam, akan ilmu dan pemahaman agama Islam ahlus sunnah wal jama’ah yang benar dan jauh dari berbagai macam penyimpangan. Visi dari Yayasan Al-Barokaat adalah menyebarkan dan menebarkan pemahaman dan ilmu agama Islam ahlus sunnah wal jama’ah yang benar, lurus, tegas, jelas, dan moderat kepada seluruh ummat manusia sehingga hati sanubari mereka tersinari cahaya hidayah Ilahi yang dapat menyelamatkan mereka di dunia maupun di akhirat kelak. Untuk mencapai visi tersebut, maka Yayasan Al-Barokaat merumuskan dua misi, yaitu:

1. Membangun lembaga-lembaga pendidikan Islam berkualitas untuk menyemai bibit-bibit ulama’ yang sholeh dan kompeten sehingga nantinya dapat menjadi penyebab hidayah Allah bagi ummat manusia.

2. Menyuburkan majelis-majelis ta’lim, seminar-seminar agama Islam, dan berbagai jenis dakwah Islam lainnya di berbagai tempat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama masyarakat dan memperkuat keimanan ummat.

  

III. Ma’had An-Nur

3.1. Profil Ma’had An-Nur

            Pembangunan Ma’had An-Nur merupakan salah satu program dari Yayasan Al-Barokaat. Ma’had An-Nur ini nantinya akan mengambil dan menggunakan manhaj sebagaimana manhaj Darul Musthofa liddirasah al-Islamiyah, Tarim. Nama An-Nur ini merupakan pemberian langsung dari Al-Habib Umar bin Hafidz, mudir Darul Musthofa liddirasah al-Islamiyah, Tarim, Hadramaut, Yaman. Ma’had An-Nur ini nantinya akan menerapkan kurikulum dan manhaj yang secara langsung diatur dan diawasi oleh pihak Darul Musthofa, Tarim, Hadramaut. Tenaga pengajar di ma’had An-Nur ini juga langsung berasal dari tenaga pengajar yang ditunjuk oleh pihak Darul Musthofa, Tarim, Hadramaut. Ma’had An-Nur ini akan berlokasi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia.

3.2. Visi Ma’had An-Nur

Ilmu

Mempelajari ilmu Syariah yang suci, dengan sanad yang sahih yang bersambung serta mentahqiq (memantapkan) ilmu melalui cara yang diwarisi turun temurun dari salafus soleh serta menggunakan kaidah-kaidah modern yang bermanfaat dan dikaitkan dengan amal.

Tazkiyah

Pembersihan jiwa dengan ikhlas, taubat, khosyah (takut kepada Allah), zuhud, wara’, penyucian hati, dan pembentukan akhlak.

Dakwah

Menyeru manusia kepada Allah dengan hikmah serta menanam semangat dakwah di dalam jiwa para pelajar.

3.3. Misi Ma’had An-Nur

Menyemai warisan baginda Rasulullah SAW (Ilmu) di dalam jiwa-jiwa yang akan menyebarkannya.

3.4. Sistem Pembelajaran Ma’had An-Nur

Sistem pembelajaran Ma’had An-Nur ini sepenuhnya mengikuti manhaj dan kurikulum Darul Musthofa, Hadhramaut, Yaman sebagai berikut:

3.4.1. Kitab-Kitab

Semua kitab yang dipelajari adalah dalam bahasa Arab dan telah ditentukan oleh Darul Musthofa sesuai dengan marhalah atau tingkatan pembelajarannya.

3.4.2. Semester Pembelajaran

Ma’had An-Nur ini nantinya mempunyai dua semester pembelajaran dalam setahun

1.      Semester Pertama dimulai dari bulan Syawwal hingga bulan Rabi’ulAwwal.

2.      Semester Kedua dimulai dari bulan Rabi’ulAwwal hingga bulan Sya’ban.

3.4.3. Metode Pembelajaran Ma’had An-Nur

        A. Sistem Metode Marhalah Syar’iyyah

Sistem metode marhalah syar’iyyah memiliki tiga tingkatan:

1.      MarhalahIbtida’iyyahSyar’iyyah

Marhalah ini merupakan tingkatan dasar. Pelajar harus menempuh kurikulum pada tingkatan ini selama satu tahun.

2.      MarhalahI’dadiyyahSyar’iyyah

Marhalah ini merupakan tingkatan persiapan. Pada marhalah ini, pelajar harus menempuhnya selama dua tahun.

3.      MarhalahTsanawiyyahSyar’iyyah

Marhalah ini merupakan tingkatan menengah. Pelajar harus menempuh marhalah ini selama tiga tahun.

Apabila pelajar telah lulus pada semua marhalah tersebut dan mempunyai prestasi akhlak yang baik, maka mereka dapat melanjutkan pembelajaran mereka di pusat institusi Darul Musthofa, Tarim, Hadhramaut, Yaman, pada marhalah Jami’ah Asy-Syar’iyyah (Universitas) selama empat tahun.

         B. Sistem Metode Khusus Menghafalkan Al-QuranAl-Karim (TakhossusTahfidz Quran)

     Ma’hadAn-Nur memiliki program khusus menghafalkan Al-Quran secara sempurna 30 juz dengan disertai pemberian pelajaran dasar di dalam ilmu hukum tajwid, tafsir Quran, sunnahnabawiyyah, ilmu fiqih (hukum) Islam, ilmu tauhid, dan ilmu tasawwuf. Pelajar yang memilih program ini dapat menyelesaikannya selama satu tahun.

 

IV. Struktur Organ Yayasan Al-Barokaat

Pembina Yayasan        : Aji Subarno, S.Sos, M.Si

Pengurus Yayasan       :

1. Ketua                      : Amal Fatchullah, ST

2. Wakil Ketua            : Wa Ode Sabaria

3. Sekretaris                : drg. Zefri Eka Setiaji

4. Wakil Sekretaris      : RR. Nawijati Dyah Artiani, SE

5. Bendahara               : Fadhillah Kurniasari, S.KG

Pengawas Yayasan     : Anis Sulchan

 

V. Nama dan Tujuan Proyek

            Pembebasan wakaf tanah dan pembangunan gedung Ma’had An-Nur

 

VI. Anggaran Dana

   Tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana Ma’had An-Nur adalah sekitar satu hektar. Rencana wakaf tanah yang akan dibebaskan adalah sekitar satu hektar. Dengan demikian dana yang dibutuhkan sebagai berikut :

No

Keterangan

Quantity (unit)

Satuan Biaya (Rp)

Jumlah (Rp)

Total (Rp)

A

Lahan Tanah

12.300  m2

350.000

4.305.000.000

4.305.000.000

B

Gedung Pondok Putra

 

 

 

 

 

1. Mushollah

1

2.600.000.000

2.600.000.000

 

 

2. Kamar Pelajar

54

44.000.000

2.376.000.000

 

 

3. Ruang Kelas

6

87.500.000

525.000.000

 

 

4. Kamar Mandi

15

10.000.000

150.000.000

 

 

5. WC

11

7.500.000

82.500.000

 

 

6. Ruang Makan

1

325.000.000

325.000.000

 

 

7. Dapur

1

147.000.000

147.000.000

 

 

8. Kantor

1

227.500.000

227.500.000

 

 

9. Ruang Kesehatan

1

112.500.000

112.500.000

 

 

10. Perpustakaan

1

412.000.000

412.000.000

 

 

11. Ruang Komputer dan ATK

1

402.500.000

402.500.000

 

 

12. Koperasi Pelajar

1

255.000.000

255.000.000

 

 

13. Kamar Tamu

3

87.500.000

262.500.000

 

 

14. Gudang

1

37.500.000

37.500.000

 

 

Jumlah

 

 

 

7.915.000.000

C

Gedung Pondok Putri

 

 

 

 

 

1. Mushollah

1

810.000.000

810.000.000

 

 

2. Kamar Pelajar

40

44.000.000

1.760.000.000

 

 

3. Ruang Kelas

4

87.500.000

350.000.000

 

 

4. Kamar Mandi

25

10.000.000

250.000.000

 

 

5. WC

20

7.500.000

150.000.000

 

 

6. Ruang Makan

1

300.000.000

300.000.000

 

 

7. Dapur

1

150.000.000

150.000.000

 

 

8. Kantor

1

62.500.000

62.500.000

 

 

9. Ruang Kesehatan

1

35.000.000

35.000.000

 

 

10. Perpustakaan

1

300.000.000

300.000.000

 

 

11. Ruang Komputer dan ATK

1

300.000.000

300.000.000

 

 

12. Koperasi Pelajar

1

150.000.000

150.000.000

 

 

13. Kamar Tamu

2

87.500.000

175.000.000

 

 

14. Gudang

1

37.500.000

37.500.000

 

 

Jumlah

 

 

 

4.830.000.000

D

Rumah Dinas Pengajar

4

300.000.000

1.200.000.000

1.200.000.000

E

Biaya Penimbunan Tanah

12.300  m2

600.000.000

600.000.000

600.000.000

 

TOTAL DANA YANG DIPERLUKAN

 

 

 

18.850.000.000

 

V. Penggalangan Dana

        Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, panitia akan melakukan penggalangan dana dengan dua cara:

1. Mencetak dan menawarkan KUPON AMAL JARIYAH WAKAF TANAH dan WAKAF GEDUNG kepada kaum muslimin yang akan berwakaf. Kupon ini sebagai bukti wakaf yang kami terima. Adapun besarannya sebagai berikut:

Paket Wakaf Tanah

Rp. 350.000,-                     Untuk wakaf tanah per satu meter persegi ( 1 m2 )

Rp. 3.500.000,-                  Untuk wakaf tanah per sepuluh meter persegi ( 10 m2 )

Rp. 35.000.000,-                Untuk wakaf tanah per seratus meter persegi ( 100 m2 )

Rp. 350.000.000,-              Untuk wakaf tanah per seribu meter persegi ( 1000 m2 )

Rp. 3.500.000.000,-           Untuk wakaf tanah per satu hektar ( 1 ha)

Paket Wakaf Gedung

Rp. 2.500.000,-      Untuk wakaf mushollah ma’had per satu meter persegi ( 1 m2 )

Rp. 25.000.000,-    Untuk wakaf mushollah ma’had per sepuluh meter persegi ( 10 m2 )

Rp. 44.000.000,-    Untuk wakaf kamar pelajar per unit

Rp. 10.000.000,-    Untuk wakaf sarana sanitasi (kamar mandi/toilet) per unit

Rp. 2.500.000,-      Untuk wakaf fasilitas ma’had per satu meter persegi (1 m2 )

2. Menyetorkannya langsung pada rekening a.n. Yayasan Al Barokaat

BANK MANDIRI KC SITUBONDO

1430016328468

a.n. Yayasan Al Barokaat

VI. SASARAN PENGGALANGAN DANA

            Sumber dana proyek ini dari berbagai sumber yang tidak mengikat, antara lain:

            1. Donatur perorangan dari kaum muslimin

            2. Donatur perusahaan

            3. Bantuan pemerintah

            4. Dan lain-lain

 

VII. SEKRETARIAT YAYASAN

Alamat: Jln. Gunung Dieng Perumka No 4, RT 002 RW 002, Dusun Pareyaan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia. Kode Pos 68351. Tlp: 082232194552.

Website: www.Al-Barokaat.com

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Telp/SMS/WA : 082232194552  a.n. drg. Zefri Eka Setiaji

   

PENUTUP

 

Demikianlah proposal ini kami buat, semoga mendapat keridhoan dari Allah SWT. kemudian besar harapan kami kepada kaum muslimin dan muslimat untuk menyalurkan dananya dalam pembangunan Ma’had An-Nur ini. 

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al-Baqarah (2) : 261)

 

قَالَ رسول الله:

.يَدْعُو لَهُ إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاث صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ

  رواه مسلم

Rasulullah bersabda: “Jika anak adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga amal: Shadaqoh Jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau Anak yang shalih yang mendoakannya”.

HR. Muslim

 

Jazzakumullahu Khoiran Katsiron

 

 

ﻭ١ﻟﺳّﻼﻡ ﻋﻟﻳﻛﻡ ﻭﺭﺣﻣﺔﺍﷲ ﻭﺑﺭﻛﺎﺗﻪ


Situbondo, 1 Desember 2016

 

Yayasan Al-Barokaat

 

 

 

 

 

 

Amal Fatchullah, ST                                                               drg. Zefri Eka Setiaji

 

 

 

    ( Ketua Umum )                                                                    ( Sekertaris Umum )