Search

CERITA YANG BEGITU MENGHARUKAN

kisah Rosulullah

 

Diceritakan dari Anas bin Malik -rodliyallahu 'anhu- dari Kanjeng Nabi -shollallahu 'alaihi wasallam-: ''Suatu ketika Kanjeng Nabi keluar untuk sholat 'ied dan beliau melihat anak2 kecil semuanya pada bermain, dan diantara mereka ada anak kecil yg duduk dengan pakaian yg jelek sambil menangis. Kemudian Kanjeng Nabi bertanya kepadanya: ''wahai anak kecil, kenapa engkau menangis? Kenapa engkau tidak bermain bersama mereka?'' 

Anak kecil itu belum tau kalau yang bertanya itu adalah Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam.

Kemudian anak itu menjawab: ''wahai orang laki2, ayahku meninggal dunia ketika berperang bersama Rosulullah, kemudian ibuku menikah lagi dan memakan semua hartaku, dan suaminya ibuku mengusir aku dari rumahku. Aku tidak punya makanan, minuman, pakaian, dan juga rumah. Maka ketika aku melihat anak2 kecil yg lain sedang bermain yg masih mempunyai ayah, aku teringat ayahku, makanya aku menangis'' jawab anak kecil itu. 
Kemudian Rosulullah mengelus anak itu dengan tangan mulianya sambil berkata: ''wahai anak kecil, apakah kamu mau aku menjadi ayahmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali menjadi pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudara laki2mu, dan Fatimah menjadi saudara perempuanmu?'' kemudian anak kecil itu baru tau kalau yang ada dihadapannya itu adalah Rosulullah.

Lalu anak kecil itu menjawab: ''Bagaimana aku tidak mau wahai Rosulullah?'' 
Kemudian Rosulullah membawa anak kecil itu ke rumah mulia beliau, memakaikan pakaian yg paling bagus, memberi makan, dan memberikan wewangian kepada anak kecil itu. Lalu anak kecil itu keluar rumah dalam keadaan tertawa bahagia.

Maka ketika anak2 kecil yg lain melihatnya, mereka bertanya: ''kamu tadi kan menangis? Tapi kenapa sekarang menjadi bahagia?''

''tadi saya lapar, sekarang saya kenyang. Tadi pakaian saya jelek, sekarang bagus. Tadi saya seorang anak yatim, tapi sekarng Rosulullah menjadi ayahku, Aisyah menjadi ibuku, Hasan dan Husain menjadi saudara laki2ku, Ali menjadi pamanku, dan Fatimah menjadi saudara perempuanku. Adakah aku tidak bahagia?'' jawab anak kecil itu.

Kemudian anak2 kecil yg lain berkata:'' jika saja ayah2 kami nasibnya seperti ayahmu, meninggal dunia saat berperang bersama Rosulullah pasti kami akan merasakan apa yg kamu rasakan sekarang menjadi anak dari Rosulullah''

Setelah Rosulullah wafat, anak kecil itu bersedih lagi sambil berkata: ''sekarang saya jadi pengembara, yatim lagi'' 
Kemudian Sayyidina Abu Bakar -rodliyallahu 'anhu- merangkul anak kecil itu disisinya.

#shollu 'ala habibikum Muhammad !!!

 

Oleh: Ustadz Muhammad Shofie, Lc